Rupiah terapresiasi pertama kali dalam 5 hari
Oleh: Berliana Elisabeth S.
JAKARTA (Bisnis.com): Rupiah terapresiasi dan sempat mencatat penguatan tertinggi dalam sepekan setelah keluarnya data penjualan ritel AS yang bertumbuh serta hasil tes perbankan Eropa, sehingga aset berisiko tinggi mendapat angin segar.
Apresiasi mata uang RI ini merupakan yang pertama kalinya dalam lima hari setelah indeks saham MSCI Asia Pasific juga menanjak 1,4% seiring dengan estimasi International Council of Shopping Centers yang mengatakan penjualan ritel AS bertumbuh rata-rata 4% per bulan dalam 5 bulan hingga Juni, kenaikan tertinggi dalam 4 tahun.
Euro mengalami reli ke level tertinggi dalam 2 pekan terakhir karena ekspektasi uji ketahanan (stress test) bank di Eropa akan menghapus ketidakpastian tentang kondisi sistem keuangan di kawasan itu. Euro mendekati level US$1,27 menjelang pengumuman dari Komite Pengawasan Perbankan Eropa, yang akan menggelar tes tersebut.
Mega Capital Indonesia menyatakan optimisme investor terkait dengan hasil stress test bank Eropa berlanjut di pasar Amerika Serikat, di mana investor memperoleh dua tambahan katalis positif dari data penjualan ritel AS dan proyeksi Standard & Poor’s mengenai pertumbuhan laba pada 2010. ICSC-Goldman Sachs melaporkan penjualan ritel naik 1% di pekan pertama Juli 2010.
Sementara itu, the International Council of Shopping Centers melaporkan penjualan ritel dalam 5 bulan pertama 2010 naik rata-rata 4% per bulan, tertinggi sejak 2006.
Standard & Poor’s memproyeksikan rata-rata laba perusahaan AS pada 2010 naik 34%. Data ini lebih baik dibandingkan dengan proyeksi sebelumnya yang hanya sebesar 27% yoy.
“Kepercayaan kembali setelah berita baik datang dari AS dan penguatan euro. Rupiah berpotensi stabil di level Rp9.025 dan Rp9.075,” kata Lindawati Susanto, Head of Foreign-Exchange Trading PT Bank Resona Perdania di Jakarta seperti dikutip Bloomberg.
Rupiah menguat 3 poin atau 0,03% menjadi Rp9.067 per dolar AS pada pukul 13.50 WIB, bahkan pada pembukaan pagi sempat menanjak 0,3%, kenaikan tertinggi dalam 5 hari. Mata uang RI ini sudah terapresiasi 3,6% tahun ini.
Ekonom Bank Negara Indonesia Rosady T.A. Montol mengatakan rupiah berpotensi bergerak dengan kecenderungan konsolidasi. Positifnya bursa Wall Street AS cenderung menularkan sentimen positif laju indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia sehingga mendorong pergerakan rupiah.
Dia menambahkan kuatnya fundamental ekonomi Indonesia dan tingginya yield investasi masih menjadi daya tarik investor, sehingga berpotensi menahan laju depresiasi rupiah.
Analis Mata Uang Harumdana Berjangka Nanang Wahyudin mengatakan regulator perbankan Eropa akan melaksanakan tes terhadap 91 bank, yang merupakan 65% industri perbankan Eropa. Hasil tes itu diharapkan dapat mengurangi kecemasan pasar mengenai kondisi perbankan Eropa.(er)
0 comments
Kick things off by filling out the form below.
Leave a Comment